Keluarga,  Kesehatan

Fase Perkembangan Janin di Trimester 3 Bagian 1

Memasuki fase penyem- purnaan di trimester 3, perkembangan sang buah hati dalam kandungan pun menjadi semakin pesat. Tak heran bila dalam waktu dekat, dokter kandungan akan meminta Mama meningkatkan intensitas kunjungan rutin, dari yang hanya sebulan sekali, menjadi dua minggu sekali, lalu menjadi setiap minggu. Bukan tanpa alasan, memantau kondisi janin di trimester 3 memang menjadi keharusan untuk memastikan kesehatan janin. Dari memantau pertumbuhan organ-organnya, berat dan panjang badan, lingkar kepala, hingga posisi janin. Dengan begitu, Mama bisa mengetahui apakah janin tumbuh dengan baik, nutrisi apa saja yang dibutuhkan, serta stimulasi tepat demi perkembangan pesat, demi mengurangi risiko kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Nah, berikut ini perkembangan janin di trimester 3 yang bisa Mama jadikan acuan untuk memantau pertumbuhan sang buah hati.

MINGGU 28

Dengan panjang sekitar 35 cm dan berat 1 kg, janin membutuhkan banyak nutrisi untuk perkembangan otak dan menambah cadangan lemak di bawah kulit. Matanya sudah tak tertutupi selaput lagi, kelopak dan alisnya sudah mulai membentuk. Mama bisa mulai melakukan stimulasi cahaya untuk perkembangan indra penglihatannya. Caranya dengan menyalakan lalu mematikan lampu senter yang mengarah ke perut, lakukan beberapa detik saja.

MINGGU 29

Sebagian besar janin sudah dalam posisi kepala menuju jalan lahir, walau sebagian masih bisa bergerak hingga minggu ke-32. Beratnya sudah bertambah menjadi sekitar 1,25 kg dengan panjang 37 cm. Di minggu ini, ukuran kepala mulai proporsional dengan tubuhnya. Walau organorgannya mulai sempurna, namun paru-parunya masih terus tumbuh untuk bisa bernapas dan bertahan hidup di luar kandungan.

Selanjutnya di Bagian 2