Keluarga,  Kesehatan

Fase Perkembangan Janin di Trimester 3 Bagian 2

MINGGU 30

Tumbuh semakin besar, dengan panjang 38 cm dan berat 1,4 kg, gerakannya bisa saja membuat Mama merasa sesak. Matanya sudah bisa membuka dan menutup. Tulangnya akan terus tumbuh semakin kuat. Mencari posisi nyaman merupakan keahlian barunya kini. Berhati-hatilah dengan kelahiran prematur ya, Mam. Jaga nutrisi dan istirahat cukup. Walau janin sudah berlatih untuk bernapas, namun paru-parunya belum terlalu siap untuk kelahiran dini.

MINGGU 31

Dengan berat 1,6 kg dan panjang 40 cm, tubuhnya sudah memenuhi perut Mama. Itu sebab, gerakan kaki atau sikunya akan lebih terasa, bahkan membentuk tonjolan kecil. Kadang bisa membuat Mama mengalami heartburn atau sensasi dada panas dan sesak. Cari posisi istirahat nyaman dan makanlah sedikit tapi sering untuk mengurangi kejadian tersebut.

MINGGU 32

Janin sudah menempati posisi stabil dan sulit bergerak karena ukuran yang semakin besar, beratnya 1,8 kg dan panjang 42 cm. Di minggu ini, biasanya dokter sudah bisa memastikan apakah kepala bayi sudah di bawah atau sungsang. Waspadalah terhadap gejala preeklamsia karena kinerja jantung semakin besar mengingat jumlah darah di tubuh Mama semakin banyak. Konsultasi rutin setiap minggu biasanya mulai dilakukan, sebab preeklamsia bisa membahayakan Mama maupun janin.

MINGGU 33

Bentuk tubuh janin sudah terlihat proposional dengan panjang 43 cm dan berat sekitar 2 kg. Pertumbuhannya berlangsung cukup cepat untuk mempersiapkan diri menghadapi proses kelahiran. Bayi yang lahir di minggu 33 umumnya mampu bertahan hidup walau harus dirawat terlebih dahulu di inkubator.

MINGGU 34

Matanya sudah terbentuk sempurna dilengkapi alis dan bulu mata. Mengedipkan mata pun menjadi keahlian barunya. Begitu juga dengan pertumbuhan jari tangan dan kaki. Singkatnya, semua indra dan organ benar-benar telah terbentuk sempurna di minggu ini. Beratnya kini mencapai 2,2 kg dan panjang 44 cm.

MINGGU 35

Bayi semakin tumbuh besar dengan berat 2,4 kg dan panjang 45 cm. Gerakannya sudah tak terlalu banyak karena makin sempitnya ruang gerak. Paru-paru sudah matang dan mulai siap untuk digunakan bernapas. Mama perlu mengonsumsi air lebih banyak untuk menjaga kuantitas dan kejernihan air ketuban. Juga, mulailah sering berjalan kaki setidaknya 30 menit setiap hari untuk memudahkan pembukaan jalan lahir.

Selanjutnya Bagian 3