Tech

Foxconn pun Kalah Cepat dibanding Penjahat Bagian 2

Selain itu, dukungan dari para pembuat komponen juga menjadi kendala serius, karena misalnya di Tiongkok pabrik ponsel apa pun tidak membuat komponen sendiri dan mendapatkannya dari ribuan pemasok komponen di sekitaran pabrik. Para pembuat ponsel tiruan bisa mendapatkan komponen (selundupan) dengan harga murah yang jika kena pajak 10 persen pun tidak banyak membebani harga dan mutu bahkan kurang dari separuhnya. Foxconn “Omdo” Selain pembuatan ponsel palsu, saat ini marak juga penyelundupan ponsel, terutama ponsel pintar (smart phone), karena harga di dalam negeri yang menggiurkan dibanding harga pabrik.

Ini juga dipicu kekhawatiran pemerintah akan segera menetapkan impor ponsel pintar kena PPNBM (pajak pertambahan nilai barang mewah) yang bisa melambungkan harga ponsel. Beberapa prinsipal ponsel, terutama ponsel lokal yang diproduksi di Tingkok, memang sudah sering menyatakan akan membangun pabrik ponsel di Indonesia. Beberapa akan membangun di Cengkareng, di kawasan Semarang atau daerah lain. Nama- nama beken antara lain Advan, Erajaya, Evercoss konon sudah mulai merakit ponsel di Tanah Air.

Walaupun mereka selalu mengeluh bahwa harga jual ponsel rakitan lokal tidak bisa bersaing dengan ponsel impor karena berbagai kendala. Niat paling fenomenal muncul dari Foxconn Technologies, yang konon akan membangun pabrik di lahan 200 hektar di Marunda, Jakarta Utara, dengan modal 5 sampai 10 miliar dollar AS, sekitar Rp55 triliun sampai Rp110 triliun, dengan penyerapan satu juta tenaga kerja. Namun sudah tahun ketiga, belum pernah ada kabar dimulainya pabrik, bahkan untuk lahannya saja yang akan disediakan oleh Pemda DKI, baru berupa niat, atau MoU (memorandum of understanding) antara Gubernur Jokowi dan Foxconn.

Lebih dari dua pihak calon mitra sudah sempat menyampaikan kepada publik dengan bangga bahwa mereka akan bekerja sama dengan Foxconn memroduksi iPhone, BlackBerry dan beberapa merek lain. Malahan pernah terlontar bahwa BB Z, yang dianggap sebagai BB-nya orang jakarta karena diproduksi di Jakarta, sudah dibuat di pabrik BB negara lain dan sudah beredar di Jakarta, membuat para mitra gigit jari. Menteri Perindustrian MS Hidayat juga kesal pada Foxconn karena manufaktur dari Taiwan itu tidak segera merealisasikan niatnya, bahkan tanpa kabar apa-apa.

Konon Foxconn minta lahan gratis seperti dia peroleh ketika membangun pabrik di Shenzen,Tiongkok, hal yang tidak mungkin terjadi di Indonesia. Ia juga kesal karena niat yang sama dari Samsung batal, hanya karena Samsung minta pembebasan pajak (tax holiday) selama 20 tahun. Aturan yang ada di Indonesia hanya memberi kemudahan pembebasan pajak maksimal selama 15 tahun, lalu Samsung pun memindahkan rencana pabriknya ke Vietnam.