Uncategorized

Inovasi Baterai Ultra Awet

Inovasi Baterai Ultra AwetBerbagai teknologi baterai masa depan mulai bermunculan. Baterai apa saja yang diklaim 10 kali lipat lebih awet untuk smartphone dan sanggup memperpanjang jarak tempuh mobil listrik? Simak ulasannya berikut ini. Baterai berperan vital di berbagai aspek kehidupan mo dern saat ini. Kemajuan di bidang energi dan mobil li strik tidak mungkin terjadi tanpa dibarengi dengan ke mauan teknologi baterai. Hingga kini, durasi pemakaian mobile device (smartphone, notebook, dan lain-lain) – — masih berkutat di kisaran satu harian.

Pakem Moore’s law di industri TI menjanjikan peningkatan efisiensi berganda selang dua tahun, tetapi perkembangan baterai masih jauh tertinggal (hanya mengalami kemajuan 7% per tahun). Smartphone terbaru dengan baterai lithium-ion kini sudah jauh lebih awet. Namun, kemajuan ini lebih bayak dikontribusikan oleh chip dan layar yang semakin efisein daya dan bukan karena kemajuan teknologi baterai. Dominasi baterai Lithium-ion di pasar saat ini disebabkan faktor bobot dan densitas energinya yang tinggi. Milyaran baterai terpasang pada perangkat mobile setiap tahunnya, termasuk pada mobil listrik Tesla, atau berbagai stasiun pengisian baterai yang mulai bermunculan di negara maju.

Namun, teknologi baterai saat ini dianggap sudah mendekati akhir. Untungnya, baterai Lithium-ion generasi terbaru hampir siap diterapkan. Penyempurnaan lebih jauh dilakukan pada lithium sehingga bisa ditingkatkan densitas energinya hingga 10 kali lipat (simak inovasinya di kolom kanan beberapa halaman berikut ini). Material baru agar baterai lebih awet Selain meningkatkan efisiensi Lithium, riset lebih lanjut untuk memilih bahan lainnya juga ditempuh.

Sejauh ini telah ditemukan beberapa bahan alternatif yang lebih baik dan murah dibandingkan Lithium. Alam sudah menyediakan kita cetak biru material untuk baterai yang lebih ideal. Para ahli di berbagai universitas mulai menguji sistem penyimpanan energi berbasis organik yang pertama. Namun sedikitnya, butuh waktu satu dekade lagi sebelum bio-baterai tersebut siap dipasarkan. Inovasi chip memori kecil yang sanggup menyerap energi secara independen diharapkan bisa mendukung kemajuan teknologi baterai.