Keluarga

Kejahatan Hipnosis Mengincar Anak Bagian 2

Prosesnya, pasien diminta tiduran, relaks, merelakan dirinya dihipnosis, mengungkapkan permasalahannya, mengikuti arahan terapis, baru proses hipnosis bisa berhasil dilakukan. Prosedur yang benar ini mengikuti tujuan hipnosis yaitu membantu seseorang keluar dari permasalahan.

Masih terkait dengan hipnosis, ada pula stage hypnosis, yakni hipnosis yang dilakukan sebagai pertunjukan atau dikenal juga sebagai stage illusion. Hipnosis ini biasanya dilakukan di acara televisi atau di atas panggung. Hal ini dibilang ilusi karena manfaat, tujuan, serta prosesnya berbeda. Stage illusion umumnya rekayasa. Seseorang yang takut ular kemudian menjadi berani umumnya sudah direncanakan sebelumnya.

Di luar panggung, sang ilusionis sudah menunjuk seseorang yang sebenarnya berani dengan ular. Lalu di panggung, si “korban” pura-pura takut sehingga adegan jadi terlihat menarik. Atau ketika seseorang seleb/ pembawa acara teve datang ke mal kemudian berhasil menghipnosis seseorang, umumnya sebelum acara akan ada pretalk/pembicaraan awal untuk kepentingan tayangan.

ANAK RENTAN JADI KORBAN

Melihat paparan di atas, kita sekarang lebih paham bahwa penculikan, pelecehan seksual, pencurian, dilakukan dengan cara hipnosis negatif (gendam). Sasaran utamanya adalah anak-anak karena objek gendam yang paling mudah adalah anak-anak. Ibarat teori tabularasa, anak ibarat kertas putih, kita bisa mengisinya. Anak dianggap lebih mudah bekerja sama dan menerima perintah. Beda dengan orang dewasa yang cenderung menolak sehingga lebih sulit.

Penggendam pun tahu kalau anak paling mudah diiming-imingi, uang, makanan, mainan, dan lainnya. Yang perlu diketahui, kejahatan pada anak-anak dari kelas ekonomi tidak mampu umumnya tidak memerlukan gendam. Iming-iming kesenangan itu biasanya akan membuat mereka tertarik karena kondisi hidup mereka yang tidak mapan. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kenapa child tra­ cking, pedo­ lia, penculikan, kekerasan seksual banyak terjadi di tempat-tempat kumuh, di tengah masyarakat tidak mampu.