Berita,  Tech

Kelebihan Android dibanding IOS iPhone

Kelebihan Android dibanding IOS iPhone

Siapa sangka platform Android kini merajai tangga persai- ngan sistem operasi mobile? Padahal, Android kini digem- pur oleh banyak sistem operasi yang sama-sama menawar- kan feature yang tak kalah menarik. Android sendiri diban- gun dengan fondasi kernel milik Linux yang terbuka (open source). Keterbukaan ini disinyalir menjadi kunci keberhasilan sistem operasi yang diakuisisi Google pada tahun 2005. Kini, Android telah memasuki versi 4.4.3 dengan codename KitKat. Nama KitKat sendiri didapatkan dari hasil kerja sama antara Google sebagai pemilik Android dengan Nestle yang jadi pencipta makanan ringan berbetuk coklat batangan, KitKat. Hingga akhir 2013 lalu, Android telah digunakan oleh 78,9% perangkat yang telah terjual (Strategy Analytics).

Sejarah Singkat Android

Android sendiri dibuat oleh 4 orang, yakni Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Awalnya, Android didesain untuk menjadi sistem operasi yang diperuntukkan untuk kamera digital. Namun, mereka menyadari bahwa pasar kamera digital tidak besar dan hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja. Akhirnya, mereka memutuskan untuk memperluas pengembangan Android untuk melawan Symbian dan Windows Phone yang saat itu merajai sistem operasi mobile. 22 Oktober 2008 adalah hari bersejarah bagi Android. Pada hari itu, Google resmi memperkenalkan HTC Dream, sebuah smartphone pertama yang disuntikkan Android sebagai sistem operasinya. Tahun 2010, Google merilis seri Nexus dengan Nexus One. Smartphone ini sendiri merupakan hasil kerja sama Google dan HTC. Selanjutnya, seperti yang kita ketahui seri Nexus telah diproduksi oleh beberapa produsen terkenal seperti Samsung, Asus, dan LG. Kini, Android tak hanya digunakan oleh smartphone saja. Perangkat lain seperti jam tangan, smart TV, kamera digital, head unit mobil, telepon VOIP, dan masih banyak lagi. Ke depannya, bahkan perangkat home appliance seperti kulkas dan mesin cuci juga menggunakan Android sebagai dasar teknologinya.

Oprek-mengoprek

Kembali pada keterbukaan yang dimiliki oleh Android. Seperti telah diulas oleh CHIP pada edisi lalu (04/2014), Android dapat menampung berbagai aplikasi third-party yang beredar luas dalam toko aplikasi khusus bernama Google Play Store (dahulu Android Market). Namun, Android juga dapat dioprek lebih ekstrim lagi. Salah satunya adalah melakukan flash dan menanamkan sistem operasi Android terbaru. Sebagai contoh, smartphone Samsung Galaxy Y yang telah mentok pada versi Android 2.3.4 (Gingerbread) dapat ditanamkan Android versi Jelly Bean, bahkan KitKat. Namun, untuk melakukannya Anda harus me-root perangkat. Banyak jalan menuju Roma, begitu pun dengan proses root. CHIP akan menunjukkan cara root menggunakan aplikasi Framaroot