Berita

Komitmen Konservasi Hutan Calon Presiden Jadi Sorotan

Yayasan Manusia dan Alam untuk Indonesia (Madani) Berkelanjutan mendesak siapa pun yang mendaftar sebagai calon presiden 2019 untuk serius memperhatikan isu lingkungan, terutama soal hutan. Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Muhammad Teguh Surya, menilai para kandidat calon presiden biasanya lebih berfokus memikirkan cara untuk menang tanpa mendalami program kerja penyelamatan hutan. “Padahal 120 juta hektare lahan kita kawasan hutan. Mustahil dia ingin memimpin tapi enggak jelas mau diapakan hutan-hutan ini,” kata Teguh di Jakarta, kemarin. Menurut Teguh, para kandidat perlu membuat visi, misi, dan program yang jelas mengenai permasalahan tata kelola sumber daya alam.

Apalagi ada 200 juta orang Indonesia menggantungkan hidup pada sistem keberlanjutan hutan. Masyarakat perlu tahu strategi macam apa yang disodorkan para calon presiden sebagai bahan untuk menentukan pilihan. Meski begitu, konsep penanganan masalah lingkungan diharapkan tak berakhir menjadi janji manis, seperti janji politik Presiden Joko Widodo mengenai permasalahan di awal pemerintahannya yang hingga kini masih menjadi utang. Setidaknya ada 18 komitmen yang disampaikan Jokowi kala itu.

Salah satunya adalah perlindungan total lahan terhadap hutan lama, lahan gambut, serta daerah pesisir. Jokowi juga berjanji menyelesaikan konflik agraria. Hingga tahun lalu, Direktorat Pengaduan Konflik, Tenurial, dan Hutan Adat Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih menemukan 14,5 juta hektare kawasan hutan negara yang berpotensi konflik. Kesenjangan alokasi penguasaan hutan pun masih tinggi. Sebanyak 96 persen alokasi kehutanan diambil korporasi, sedang 4 persen sisanya dikelola komunitas. Angka hutan primer dan sekunder yang hilang dalam kurun 2015-2016 mencapai 395 ribu hektare dari total kawasan hutan seluas 61 juta hektare.

Sedangkan hutan yang mengalami deforestasi mencapai 388 ribu hektare. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mendalami isu lingkungan sebagai bahan untuk debat kandidat calon presiden 2019. Berkaca kepada pemilihan kepala daerah 2018, hanya sedikit kepala daerah terpilih yang memasukkan agenda penyelamatan lingkungan secara spesifik dalam program kerjanya. Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, menuturkan materi debat itu penting agar masyarakat bisa mendapat gambaran calon mana yang benarbenar menaruh perhatian pada isu lingkungan. “KPU punya komitmen kuat agar isu lingkungan menjadi perhatian,” katanya.

Ada dua calon presiden yang sudah dideklarasikan bakal berlaga dalam pemilihan presiden 2019, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mengatakan Jokowi bakal kembali memasukkan isu lingkungan ke dalam program kerja prioritas Jokowi di periode kedua. “Masalah selesai bukan berarti tidak akan muncul lagi. Yang penting ada progres,” katanya. Sementara itu, juru bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan Prabowo bakal berfokus pada perbaikan ekonomi bangsa. “Intinya, bagaimana pemerintah ke depan berpihak pada pembangunan ekonomi rakyat,” ucap dia.