Tech

Menuju Storage Media Abadi

Raksasa Facebook sekalipun dibuat repot dengan arsip datanya. Ribuan terabyte data dari sekitar 1 milyar penggunanya tersimpan di media penyimpanan. Meskipun data ini nyaris tidak “di sentuh” oleh mayoritas penggunanya, Facebook berkewajiban untuk menyimpannya sebagai arsip data digital. Facebook pun mulai mencari solusi media penyimpanan (storage media) ideal untuk kebutuhan mereka tersebut. Masalah utamanya bukanlah kapasitas, tetapi yang lebih penting adalah daya tahannya. Masalah arsip data bukan hanya dialami Facebook, tetapi pengguna umumnya yang hidup di era informasi digital.

Belum lama ini, Facebook membuat “permohonan” khusus kepada produsen storage device di ajang Flash Memory Summit, “Ciptakan flash memory ringkas yang ada di imanasi mereka selama ini. Syaratnya, media tersebut harus berkapasitas besar dan murah.” Teorinya, format flash memory memang awet dan superior dibandingkan format media lainnya. Sayangnya, hal ini tidak berlaku untuk media, seperti SSD, SD card, dan USB stick. Berakitan dengan penyimpanan data untuk kebutuhan pengarsipan (archiving data), Facebook menyarankan produsen agar bisa berpikir “out of the box”. Ini dibuktikan mereka dengan menyimpan data gambar yang di-upload pada media yang justru dianggap mulai redup, yaitu Bluray.

Februari lalu, raksasa social media ini menghadirkan konsep storage media berdaya simpan lama (long-term archiving) berupa storage rack dengan 10.368 Blu-ray Disc (BD-R XL 100 GB per keping). Jadi, rack dengan 16 unit burner Blu-ray ini bisa menampung data hingga sekitar satu juta GB (1 Petabyte). Pengguna awam lebih direkomendasikan mem-backup datadatanya pada optical media dibandingkan disk magnetik (hard disk). Namun, jika berkaitan dengan proses backup data berukuran besar, media klasik seperti pita magnetik (tape back-up) masih menjadi pilihan terbaik saat ini. Bahkan media ini masih akan terus disempurnkan di saat format-format media lainnya mulai ditinggalkan.