Keluarga

Penyebab Keguguran Pada Kehamilan Trimester 1

KEHAMILAN DI LUAR KANDUNGAN (KEHAMILAN EKTOPIK).

Normalnya, kehamilan terjadi di dalam rongga rahim. Namun, saat sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel di rongga rahim dan melekat di tempat lain, kondisi tersebut dinamakan kehamil an ektopik. Kondisi ini kerap terdeteksi pada usia kehamilan 6s minggu. Kehamilan ektopik dapat terjadi di rongga perut, indung telur, leher rahim, dan seringnya terjadi di saluran telur. Selain perdarahan, gejalanya antara lain nyeri pada perut bagian bawah dan panggul, nyeri pada satu sisi tubuh, nyeri di bahu dan leher, serta pusing dan merasa lemah. Saluran telur yang kecil tidak mampu menampung embrio yang terus berkembang. Jika dibiarkan dan robek akan membahayakan jiwa si mama. Itu sebabnya, jika saluran telur diketahui telah mengembang, dokter akan melakukan tindakan pembedahan untuk menyelamatkan saluran telur. Peradangan atau infeksi pada saluran telur, rahim, indung telur atau rongga panggul menjadi penyebab utama kehamilan ektopik. Selain itu, jika mama pernah melakukan tubektomi atau sterilisasi saluran telur dan kemudian membukanya lagi, berpotensi juga mengalami kehamilan ektopik. Sebab, saluran telur sudah rusak sehingga sel telur yang sudah dibuahi tidak bisa mencapai rahim.

KEHAMILAN KOSONG (BLIGHTED OVUM).

Kondisi ini terjadi saat sel telur yang dibuahi tertanam dalam rahim, namun tidak berkembang menjadi embrio. Meski tidak ada janin, kehamilan kosong menampilkan tanda-tanda kehamilan normal, seperti terlambat haid karena kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Kehamilan kosong merupakan missed abortion atau yang biasa disebut kematian mudigah. Mamil tak sadar kalau janinnya tidak berkembang. Gejalanya tidak terasa. Perdarahan pun baru menyusul belakangan. Biasanya, kehamilan kosong akan diketahui saat mamil melakukan pemeriksaan USG pada usia kandungan 6s minggu. Setelah terdeteksi, dokter akan melakukan kuret. Sebagian besar kehamilan kosong terjadi karena kelainan kromosom. Jika penyebabnya infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes) atau penyakit kronis seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol, Mama perlu diobati lebih dahulu agar dapat menjalani kehamilan yang sehat selanjutnya.

HAMIL ANGGUR (MOLA HIDATIDOSA).

Kebalikan dari kehamilan ektopik, pada hamil anggur, pertumbuhan rahim terlalu besar untuk usia kandungan yang sedang berjalan. Pembuahan menghasilkan sel-sel abnormal, yang tumbuh menjadi kantung berisi cairan mirip rangkaian buah anggur. Penyebab hamil anggur belum diketahui secara pasti, namun sel telur yang rusak, kelainan kromosom, infeksi virus, serta defisiensi protein diduga menjadi sejumlah faktor penyebabnya. Hamil anggur cukup jarang terjadi. Hanya satu dari . kehamilan. Tapi kalau terdeteksi harus segera ditangani dengan tindakan pembedahan untuk diangkat dan diperiksa jaringannya, apakah ganas atau tidak.