Berita

Primadona Indonesia Punya Dirut Baru Bagian 2

PT XL Axiata “hanya” punya 67 juta pelanggan, PT Indosat 60 juta pelanggan dan Tri sekitar 17 juta pelanggan “always on”, sementara Smartfren, meski akan gabung dengan Esianya Bakrie Telecom, jumlah pelanggannya belum akan lebih dari 35 juta. Industri telko saat ini harus mampu bertahan dari hantaman kompetisi dekade lalu yang menyisakan keterpurukan, menguras modal dan pendapatan sehingga sulit berkembang.

Tanpa tindakan cerdas mengakuisisi Axis, mungkin XL Axiata akan menjadi juru kunci, baik dalam jumlah pelanggan, permodalan maupun dalam implementasi teknologi masa depan semisal layanan generasi keempat (4G) atau LTE (long term evolution) yang membutuhkan sedikitnya 20 MHz di satu spektrum. Lahan dalam negeri yang sudah sempit, jumlah pelanggan yang sudah melebihi jumlah penduduk, 350 juta berbanding 240 juta, membuat pertumbuhan pelanggan semua operator sulit terjadi.

Bahkan jika salah satu operator menyatakan jumlah pelanggannya naik, pasti jumlah pelanggan operator lain turun, “zero sum game”. Alasan itu membuat Arief Yahya melebarkan sayapnya, baik ke luar negeri maupun ke dalam negeri. Belakangan beberapa aksi itu ditunda dulu walau tidak dihentikan, sementara yang dalam negeri, penjualan saham PT Dayamitra, anak perusahaan PT Telkom, masih belum fnal karena banyaknya saran agar dibatalkan. “Ambil untung besar boleh tetapi harus elegan,” kata pakar ilmu telekomunikasi, Suhono HS kepada media belum lama ini.