Berita

Primadona Indonesia Punya Dirut Baru

Teknorus.com – TEKA-teki siapa yang akan memimpin PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom) terjawab sudah. Alex Janangkih Sinaga (51), yang saat ini masih menjabat Direktur Utama PT Telkomsel, anak perusahaan unggulan PT Telkom, ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Telkom, Jumat (19/12) sebagai direktur utama. Ini memupus desas-desus siapa pengganti Arief Yahya yang kini jadi menteri pariwisata itu. Nama-nama besar memang sempat beredar, antara lain Hasnul Suhaimi, kini Dirut PT XL Axiata yang kata orang akan segera berakhir kontraknya dengan kelompok Axiata pada awal tahun depan.

Baca juga : Gudang Movie

Juga beberapa mantan petinggi PT Telkomsel, seperti Sarwoto Atmosutarno dan Kiskenda Suriahardja. Konon Sarwoto punya kesempatan lebih besar sebab ia termasuk salah satu anggota tim sukses JokowiJK, namun Menneg BUMN Rini Sumarno sebagai pemegang saham mayoritas menentukan lain. Alex bukan orang baru di industri telekomunikasi, dan ia meniti karier dari bawah, seperti halnya pendahulunya, Arief Yahya. Keduanya orang lapangan di PT Telkom, sejak zaman BUMN itu masih menguasai industri telekomunikasi telepon tetap, dengan berpindah-pindah jabatan mulai dari manajer, kepala kantor daerah telekomunikasi (Kandatel) hingga kepala divisi regional.

Ada beda sedikit antara keduanya, Alex pernah menjadi direktur utama di beberapa anak perusahaan antara lain PT Multimedia Nusantara, sementara Arief Yahya sebelum menjabat direktur utama adalah direktur di PT Telkom. Yang sama, keduanya keras dalam memimpin, naluri pemasarannya tinggi, walau tidak jarang diterpa isu berbagai macam. Namun pengangkatan Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata menghapus rumor dan fitnah bahwa ia korupsi, sebab ternyata Arief Yahya lolos dari uji KPK.

Hanya saja orang bertanya kenapa Arief menduduki jabatan di lahan yang tidak pernah dia sentuh, pariwisata, karena seluruh karier dan keahliannya ada di telekomunikasi. Bagaimanapun, PT Telkom adalah primadona Indonesia. Walau bisnis awal BUMN itu sejak zaman Belanda adalah telekomunikasi kabel, telepon tetap, namun pemilikan (65 persen) di PT Telkomunikasi Selular (Telkomsel) tetap menempatkan BUMN itu sebagai raja telko.

Saat ini, pelanggan PT Telkom, termasuk PT Telkomsel, mencapai 140 juta, sekitar 8 juta di antaranya adalah pelanggan (bekas) Flexi yang dialihkan dari PT Telkom ke PT Telkomsel sekaligus dengan pemilikan frekuensi 800 – 850 MHz-nya yang semula digunakan Flexi. Terakhir setelah dialihkan ke Telkomsel, pemilikan frekuensi di 850 MHz itu yang semula hanya 5 MHz oleh pemerintah ditambah dengan 2,5 MHz. Harus elegan Kini PT Telkomsel menjadi operator dengan pemilikan rentang frekuensi terbanyak dibanding operator lainnya di Indonesia.

Jumlah spektrum frekuensi yang dimiliki PT Telkomsel menjadi 52,5 MHz, yang terdiri dari 15 MHz di 2,1 GHz untuk layanan generasi ketiga (3G), kemudian 22,5 MHz di 1800 MHz dan 7,5 MHz di 900 MHz serta 7,5 MHz di 850 MHz. Operator lain, PT XL Axiata hanya punya 45 MHz yang terdiri dari 15 MHz di rentang 2,1 GHz lalu 22,5 MHz di 1800 MHz – 15 MHz di antaranya didapat dari hasil akuisisi PT Axis – dan selebar 7,5 MHz di 900 Mhz.

PT Indosat memiliki seluruhnya 42,5 MHz, yang terdiri dari 10 MHz di 2,1 GHz untuk 3G, lalu 10 MHz di rentang 900 MHz, 20 MHz di 1800 MHz dan 2,5 MHz saja di rentang 850 MHz. PT Hutchison Tri (3), hanya punya 10 MHz di rentang 1800 MHz. Siapa pun yang akan memimpin PT Telkom, BUMN itu akan tetap menjadi raja telko, sebab sudah sulit bagi operator mana pun untuk menyalip PT Telkomsel, karena kepemilikan pelanggannya yang tidak tertandingi.